Rumus 80/20

11

11/02/2011 by DiBot


BUKAN rumus matematika seperti itu yang gue maksud tapi ini rumus perfilman yg gue maksud, tepatnya perfilman yang ceritanya merupakan adaptasi dari materi yang sudah ada, misalnya novel (Harry Potter series, Darren Shan, karya penulis lain macam Stephen King, Nicholas Sparks, John Grisham dll), musikal (Fame, Chicago, Molin Rouge dll), mainan (Transformers, GI Joe, Oujia dll) atau macam film layar lebar atau film serial lawas (Charlie’s Angels, The A-Team, Green Hornet dll), tapi karena kita berbicara filmkomik maka tentusaja yang akan gue bahas adalah film yang diadaptasi dari salah satu hasil literatur sastra yang pernah ada yaitu komik (graphic novel, comic strip dan sebutan lainnya).

Mari lihat suatu karya film sebagai bentuk lain dari investasi jadi dalam pembuatan sebuah filmkomik mereka juga harus memikirkan untung yang akan diraih oleh filmkomik yang mereka buat.

Karena filmkomik yang sukses tentu akan membawa keuntungan yang lebih banyak juga bagi mereka, lihat saja hasil penjualan merchandise dari filmkomik, dari t-shirt dan pakaian bergambar sang tokoh, action figure dan bentukan mainan lainnya, video game, sponsor bagi restoran cepat saji sampai nantinya penjualan film tersebut dalam bentuk lain (DVD).

Mereka pun akhirnya menggunakan rumus 80/20, yang artinya SETIAP bentuk hasil akhir filmkomik akan ditujukan pada 80% orang yang sama sekali TIDAK mengetahui komik tersebut, sehingga 20% orang yang mengenal komik tersebut (para fanboy) lah yang tertimpa sialnya.

80% orang yang tidak tau komik itulah yang mereka tuju, sehingga makin banyak orang yang menyerbu filmkomik tersebut, TANPA menghiraukan perasaan para fanboy yang jumlahnya (mereka pikir) hanya 20% itu.

80% orang itu dengan bodohnya akan menerima segala bentuk filmkomik yang ada, mereka (diharapkan) akan nonton berulangkali, memberitau yang lainnya untuk menonton, padahal filmkomik yang tengah diputar itu sama sekali TIDAK memuaskan bagi para fanboy.

Contoh kasus…well terlalu banyak…gue rinci seingat gue yah…

  • Terjadi di Superman dimana para produser berkeras untuk memakai Marlon Brando (yang tengah laris karena Godfather) dan Gene Hackman (yang tengah naik namanya karena French Connection), mereka pun juga berkeras untuk memakai Robert Redford atau Clint Eastwood sebagai Clark Kent, guna mendongkrak penjualan film tersebut.
  • Judge Dredd-nya Stallone pun bernasib sama, tokoh Judge Dredd yang dikomik TIDAK pernah membuka helmnya terpaksa harus memperlihatkan mukanya, karena pesan produser yang mengira sangat sayang jika wajah Stallone TIDAK terpampang difilm tersebut.
  • Kacaunya film Batman & Robin juga tak lepas dari para produser yang menginginkan naiknya penjualan merchandise bertema Batman.
  • Spawn tokoh hero yang gelap, ganas dan bertema kekerasan, mendadak melempem karena para produser takut jika Spawn hadir sebagaimana mestinya maka film itu tidak ada yang menonton.
  • Jangan lupakan kacaunya X-Men 3, dimana para produser beranggapan More Mutants maka film ini akan laku dan ditonton banyak orang, inipun berimbas pada X-Men Origins : Wolverine.

Masih banyak lagi contoh yang ada, jadi wajar saja saat para fanboy menyaksikan suatu filmkomik banyak yang kecewa karena TIDAK sama dengan yang mereka kenal.

Wajar saja komikus gaek macam Alan Moore sampai marah dan mengutuk para produser yang membuat filmkomik berdasar komiknya, karena ia TIDAK pernah puas akan hasil akhirnya.

Intinya adalah sebagai fanboy yang masuk golongan 20% sekiranya sampai kapanpun kayaknya agak susah menemukan filmkomik yang sesuai dengan harapan kita.

11 thoughts on “Rumus 80/20

  1. iip .. says:

    scott pilgrim termasuk film buat fanboy, hasilnya di box office.. well….

  2. DiBot ! says:

    sama aja kan kasusnya dengan watchmen, gara2 2 kasus inilah kayaknya bakalan susah ada filmkomik yg okeh

  3. Eko Prasetyo says:

    scott pilgrim terlalu niche…..

  4. Jadi kalo nonton sebaikny mengubah mindset sebagai awam aja ya?? Kalo produsernya fanboy/fangirl mgkn bru bs sesuai kali ya??

  5. DiBot ! says:

    kayaknya susah deh ngubah mindset kalo kita dah cinta sesuatu, coba aja ubah mindset ke Catwomannya Halle Berry atau batman & robin, orang awam pun bisa bilang ini jelek

    kalo produser fanboy juga nggak menjamin, lihat kacaunya Superman Returns, nama besar Bryan Singer pun akhirnya HANCUR bersamaan dengan hancurnya film ini.

    nggak ada solusi yang terbaik utk kasus ini…karena bagaimana pun fanboy pasti kalah dan terpaksa menerima mentah2 apa yg disajikan

  6. Dan semua pada berdalih “demi selera pasar”.. Emang susah sih..

  7. Kata Roy Suryo, pendapat anda 69% tepat! 😀

  8. klo sinetron supergirl, gimana bot? 😀

  9. DiBot ! says:

    utk supergirl akan ada reviewnya lho tunggu aja, walau sekrang jarang nonton

    tapi sama dengan iron man 2 gue masih bingung buat reviewnya 😛

  10. bikiiin! ayo bikin!!
    kerahkan semua kosa katamu boot! 😀

  11. andy wirawan says:

    ya ya ya… saya setuju kebanyakan sih gitu.. tapi untungnya batman si nolan kaga.. mari kita lihat nanti the dark knight rises seperti apa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: