Antologi Tujuh

11

27/08/2009 by DiBot

Rating: ★★★
Category: Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author: Various Artists

Sembilan cergamis yang sudah kenyang malang-melinting di dunia cergam alias cerita bergambar diundang untuk menuangkan karya mereka dengan tema “Tujuh”. Maksudnya mereka diminta menampilkan cergam berdasarkan pengalaman nyata, keseharian, curahan perasaan dan hal-hal lain yang biasanya tertuang dalam buku harian. Mereka diminta menorehkannya dalam satu halaman cergam dalam satu hari selama tujuh hari berturut-turut. Hasilnya bukan hanya terlihat sebagai kumpulan berbagai cerita, tapi juga menjadi kompilasi kekayaan ragam gaya yang dimiliki para penutur visual kita di masa kini. Sinopsis diambil dari : www.inibuku.com

Dah beberapa bulan belakangan ini CMIIW di toko-toko buku banyak berserakan sampai menggunung (terlalu hiperbola…) komik-komik Indonesia yang digenrekan graphic diary, berisikan journal, diary dan curhatan sang komikus di kehidupan sehari-hari.

Hmmm….duluuu…setau gue yang namanya diary itu kebanyakan curhat kehidupan pribadi yang benar-benar private dan kalo ngomongin diary gue pasti teringat sebuah buku merah muda yang ada gemboknya dan selalu disimpan sembunyi-sembunyi oleh kakak gue.

Tapi anehnya sekarang diary atau curhatan malah diumbar di dunia maya kepada publik, dan kini namanya pun jadi singkat yaitu blog.

Dan jika dirasa menulis itu kurang maka kini bagi yang punya kemampuan menggambar (ngomik) mereka pun membuat komik berdasarkan curhatnya…weleh…weleh…nggak kerasa jaman cepat banget berubahnya.

Mungkin oleh karena itulah…gue agak ragu (baca : malas) untuk membaca komik-komik yang dilabelkan graphic diary, entahlah…looking into someone’s life…terasa nggak asyik buat gue, jadi inget film Strange Days…hmm…

Tapi karena nggak ada pilihan lain saat rampokan komik kemarin…akhirnya gue baca komik ini.

Membaca komik ini bagai disuguhkan 9 (sembilan) buah menu makanan yang berbeda, dimasak oleh koki yang berbeda pula. Jadi wajar saja jika ternyata di salah satu komik ada cerita ataupun artwork yang bagus, aneh, absurd, lucu, kocak dan tentu saja serba kekurangan.

Dan karena kehidupan di dunia ini penuh pilihan, maka kalau disuruh memilih mana yang terbaik (menurut gue) maka gue akan memilih..

Komik : 7 Kejadian Sial Yang Pasti Dialami Saat Terlambat-nya Lala, alasannya simple aja dari semua komik, hanya komik inilah yang gambarnya bagus dan enak dilihat. Apalagi dari segi ceritanya yang menarik sekaligus tragis, berani taruhan PASTI pernah dialami oleh siapapun termasuk gue, pernah ke percetakan…bawa flashdisk, dan data yang mau gue cetak…ternyata belum gue copy ke flashdisk tersebut, dan gue harus balik ke rumah dan balik lagi kepercetakan sebelum percetakannya tutup

Diakhir cerita pun sang komikus menyisipkan sebuah pesan moral, sebuah hal kecil yang penting, yang terkadang luput oleh para pekerja seni, termasuk komikus di komik antologi ini.

Yup…buat apa pembaca tau kehidupan seseorang (melalui curhatan diarynya) jika tidak ada pembelajaran dari kehidupan orang tersebut.

Apapun alasannya dari gue, menarik melihat genre graphic diary bisa berkembang diantara genre-genre yang sudah ada di dunai perkomikan Indonesia.

Maju terus komik Indonesia !!!

11 thoughts on “Antologi Tujuh

  1. heheh, pernah kejadian juga toh Pak? Udah jadi pakem yak buat semua orang :-p

  2. DiBot ! says:

    ya gimana dong tante, gue nggak pernah kawin ama bule jerman, nggak pernah ke thailand tapi insiden flashdisknya pas dan ngena banget…hehehe…compliments to you dah

  3. makasih yah:-p. Happy that u like it!

  4. rhowal yang paling keren.
    ketika yang lain menggambar satu karakter yang mirip dengan dirinya sendiri. rhowal memakai karakter anthromorpic untuk karakter dirinya.
    brillian rhowal. mengingatkan akan gaya komik strip satirnya lewis trondheim, yang juga pake karakter [seperti] bebek.

    zisa bagus banget. tapi tulisannya / letteringnya, jelek sekali….:-)

  5. DiBot ! says:

    rhoald adalah pilihan kedua gue setelah komiknya lala

    cute, simple and tragic, sama dengan kejadian dikomiknya lala…kejadiannya dekat dengan kehidupan kita…sayangnya yaa…cuma curhat biasa aja, nggak ada sesuatu yg bisa diambil oleh pembaca

    utk zisa…yup…sayang kualitas yang gue harapkan muncul di satu atap, sama sekali nggak ada disini, gambarnya memang bagus banget, detailnya gila, dan yup…fontnya menyedihkan, super duper miniscule dan icon is nowhere to be found

  6. tapi klo kata Jean-Giraud alias Moebius..
    sejelek apapun tulisanmu, usahakan selalu ngeletter pake tulisan tangan sendiri….

    tapi yaa.. secara dia Moebius.. sejelek2nya tulisan dia… tetep aja komiknya diburu orang 😛

  7. DiBot ! says:

    tapi kecil bangeeet…tulisannya…jadi nggak ramah dimata….

  8. dan secara giraud mah juga udah tahu teknik lettering yang pas.
    secara kalau mau ngasih narasi atau apapun itu, ya ada tempatnya yang sesuai. ya kalau kata pidi baiq mah, teknik nirmana gitu.

    masa gambar bagus, tapi jadi ngedrop ngelihatnya lantaran lettering yang : sebenarnya bukan tulisannya yang jelek. tapi tidak tertata lah gitu.

    tulisan font jelek ngga masalah sama sekali, asalkan tetap pake tulisan tangan. tapi kalau tidak tertata, gede font yang ngga pas dan ngga sesuai penempatannya kan, ya bikin drop.

    terus jangan tulisannya miring kesana kemari, kotaknya peot , dll. jadi kayak baca komik jadul indonesia jaman dulu. hehehe

  9. IMHO, gw gak masalah sama sekali dengan tulisan tangan yang jelek, asalkan bisa terbaca. Kalo terlalu rapih mendingan pake font tipe handwriting aja kan beres daripada susah2 nulis. Justru feeling 'blekak-blekok' nya itu yang dicari dari tulisan tangan. kayak Joe Sacco, tulisannya mirang-miring dengan kotak yang peyot-peyot juga, malah menambah keseruan ceritanya. Atau Pop Gun War-nya Farell Dalrymple yang pake semi-tulisan sambung, malah ngepas buanget dengan ceritanya yg absurd. Gak kebayang kalo tulisannya dia rapih pasti jadi aneh.

    BTW, aiy juga paporit sama Rowal, kalo aiy gadis muda ABG single pasti langsung meleleh baca komiknya huhuhu..

  10. setuju lala.

    untuk zisa, kan justru masalahnya disitu : ngga kebaca : fontnya kecil dan ngga kecetak bener-bener, terlalu halus. dibaca musti deket ke muka.

    masalahnya juga : ngga ngepas ama ceritanya. ah tapi ini sih imho aja.

    tulisan tebel tebel ala joe sacco dan kotak blekak blekok, pas dengan gambar – yg garisnya tebel, penuh dan ceritanya yang cowok banget.

    imho : tulisan satrapi kayaknya justru lebih jelek dibanding zisa. hehehe.

  11. iip .. says:

    mirip siapa ya.. ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: